Pos pantau dipusatkan di Kantor Desa Bantal, Kecamatan Asembagus dan Kantor Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih. Jumlah warga 464 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 424 KK di Dusun Tenggara dan Dusun Utara serta di Desa Bantal Kecamatan Asembagus dan 40 KK Desa Sumberrejo Kecamatan Banyuputih.
Menurut Ketua BPBD Situbondo, Zainul Arifin, pos pantau sengaja ditempatkan di Desa Bantal dan Desa Sumberrejo. Sebab aliran sungai di dua desa dikhawatirkan akan menjadi dampak meluapnya air lahar dari kawah Gunung Ijen. Sehingga dapat mengancam keselamatan warga di bantaran sungai.
"Kalau dilihat dari peta, muntahan lahar Gunung Ijen itu akan mengalir ke utara dengan melewati aliran sungai di Desa Bantal dan Sumberrejo," kata Zainul Arifin kepada detiksurabaya.com, Rabu (21/12/2011).
Dengan pos pantau pihaknya bisa terus memonitor setiap perkembangan status Gunung Ijen. Selain itu, juga memudahkan sosialisasi kepada warga di dua desa tersebut. Pos pantau dikoordinatori langsung kepala desa masing-masing.
"Setiap perkembangan yang kita peroleh akan diteruskan ke propinsi dan pusat. Termasuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan langkah tanggap darurat. Makanya, tiap hari ada dua anggota BPBD yang bertugas di tiap pos pantau," tandas Zainul.
Diberitakan sebelumnya, Gunung Api Ijen mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan berstatus siaga. Warga di bantaran Sungai Banyuputih diminta untuk waspada. Rekomendasi itu disampaikan oleh Kepala Pos Pengamatan Gunung Ijen, Bambang Heri Purwanto.
(fat/fat)










































