"Listrik sering mati sejak pukul 6 sore sampai dua jam, tak ada pemberitahuan lebih dulu hingga kami belum melakukan persiapan," ujar Yatimul Ainun saat berbincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya, Minggu (18/12/2011).
Warga Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, ini mengaku, dalam sepekan ini telah terjadi dua kali pemadaman dengan waktu 2 jam di malam hari. Kejadian ini sangat mengecewakan terlebih dirinya telah memenuhi kewajiban pembayaran listrik. "Bayar tak pernah telat, tapi mati sering," sesal bapak satu anak ini.
Senada juga diungkapkan M Geng Wahyudi warga Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang juga menyesalkan seringnya pemadaman listrik disaat warga membutuhkan.
"Iya sering listrik padam, seperti di wilayah kecamatan lain," bebernya terpisah.
Bagi warga di Malang Selatan tinggal di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagelaran, listrik padam menjadi santapan setiap harinya, hal itu terjadi sudah cukup lama tanpa keterangan jelas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Kalau listrik padam hampir setiap hari. Kami sesalkan itu terjadi di malam hari," ujar Abdul Rahman warga Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, terpisah.
Lokasi yang jauh dari pusat kota, lanjut Abdul Rahman, menjadikan masyarakat sangat bergantung oleh pasokan listrik terutama di malam hari. Tapi sayangnya, aliran listrik terputus sejak pukul 18.00 WIB, kondisi itu berjalan minimal selama 1 jam.
"Biasanya sampai dua jam listrik mati, karena mendadak kami pun kebingungan mencari alat penerangan," imbuhnya. Karena itu masyarakat berharap PLN bisa memperbaiki kelancaran pasokan listrik, sehingga tak menganggu aktivitas di rumah. "Kami harapkan pemadaman tak terjadi lagi, karena sangat merugikan," harap Abdul Rahman.
Sementara, Asisten Manager Jaringan PT PLN (Persero) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Malang Himawan, menuturkan, pemadaman di sejumlah daerah itu dikarenakan masalah teknis dan non teknis. Secara teknis adalah terjadinya cuaca ekstrim melanda kawasan Kabupaten Malang, bahkan daerah lain berakibat pada kerusakan fasilitas jaringan.
"Karena cuaca buruk fasilitas jaringan kami banyak yang rusak, seperti isolator dan harus memperbaiki. Untuk menggantinya kami butuh waktu sampai dua jam dengan pasokan listrik diputus," tutur Himawan saat dikonfirmasi, Minggu siang.
Ia melanjutkan masalah non teknis juga berdampak pada pemadaman adalah, banyaknya pohon tumbang serta gangguan layang-layang yang menyangkut jaringan listrik. Meski terjadi di satu titik, kerusakan non teknis itu dapat melumpuhkan pasokan listrik di satu hingga dua kecamatan.
"Ada gangguan lain yakni pohon tumbang dan layang-layang, karena bisa melumpuhkan jaringan satu sampai dua kecamatan," beber Himawan. Ia berharap kepada masyarakat untuk mewaspadai pepohonan yang tumbuh hingga mengancam jaringan listrik, agar segera memangkasnya. Selain itu menghindari bermain layang-layang di dekat jaringan. "Harapan kami masyarakat ikut menjaga," ucap Himawan.
PLN APJ Malang melayani sekitar 790 ribu pelanggan tersebar di Kabupaten/Kota Malang, serta Kota Batu, dengan kebutuhan pasokan listrik sebesar 180 mega watt setiap harinya.
(bdh/bdh)











































