Sebelum dihadang, Ida tak punya firasat apa-apa. Dengan tenang, gadis berjilbab itu keluar dari pintu gerbang sekolahnya di Jalan Pintu Gerbang Pamekasan, dan melaju pulang ke rumahnya di kampung Tolabang Desa Akkor, Kecamatan Palengaan.
"Setelah melintas di depan pom bensin Larangan Badung, tiba-tiba ada dua pria menghadang motor saya. Keduanya membentak agar saya berhenti. Karena takut, saya turuti perintah mereka," terang Ida, sembari terisak saat melapor ke SPK Polres Pamekasan, Sabtu (17/12/2011).
Saat berhenti, kedua pria yang mengenakan helm teropong itu lantas merampas stir Vario bernopol KT 4142 BE warna pink milik Ida. Saat itu, Ida sempat mempertahankan Vario miliknya.
"Tapi saya didorong kearah ladang jagung di pinggir jalan. Karena tak kuat melawan, saya terjungkal ke ladang jagung itu," imbuh Ida.
Menurut Ida, pelaku perampok varionya langsung kabur ke arah utara menuju Pagentenan. Saat perampokan terjadi, suasana ruas jalan di depan SPBU Akkor terlihat sepi.
Kasubag Humas Polres Pamekasan, Iptu Suyono mengatakan, anggota Buser Satreskrim sedang melakukan pengejaran. "Mudah-mudahan kasus perampasan motor itu secepatnya terungkap," ujar mantan Kanit Laka Satlantas Polres Pamekasan itu.
(bdh/bdh)











































