Aksi saling pukul Kamis (15/12/2011) itu, bermula saat belasan mahasiswa GMNI Pamekasan, Madura akan tabur bunga di pertigaan Taman Arek Lancor. Karena khawatir mengganggung arus lalin, maka polisi menghadang mahasiswa.
Mahasiswa tetap ngotot hendak menabur bunga. Di sinilah awal adu pukul terjadi. Sejumlah mahasiswa agaknya ingin menerobos barisan polisi. Sedetik kemudian, terjadilah adu pukul mahasiswa dengan polisi.
Namun tak sampai semenit, mahasiswa lari mengundurkan diri ke areal barat Taman Arek Lancor. Bahkan, ada seorang mahasiswa yang terjatuh ke badan aspal.
Pertikaian mahasiswa dengan polisi masih berlanjut, saat Korlap Aksi, Zainolah memprotes sikap keras polisi. Sementara Kasat Sabhara, AKP Agus Sutrisno mengingatkan pada Zainolah soal ijin yang diajukan.
"Izin yang kalian ajukan tak menyebutkan ada rangkaian tabur bunga di tiang listrik tengah pertigaan. Itu sudah melanggar kesepakatan. Lagi pula aksi tabur bunga itu sangat mengganggu arus lalu lintas," kata AKP Agus Sutrisno mengingatkan Zainolah.
Setelah sempat bersitegang, akhirnya acara tabur bunga di tiang listrik di tengah pertigaan Taman Arek Lancor itupun dilaksanakan dengan pengamanan 30 orang polisi.
"Sondang, kamu adalah pahlawan kami," teriak Zainolah yang disambut teriakan merdeka oleh belasan mahasiswa GMNI lainnya. Usai tabur bunga, mahasiswa GMNI itupun membubarkan diri.
(fat/fat)










































