Peristiwa itu terjadi saat keduanya berpapasan dan saling serempet di persimpangan jalan Dusun Gununglawang. Karena keduanya menyimpan dendam, akhirnya carok pun tak terhindarkan. Apalagi, mereka sama-sama membekali diri dengan senjata tajam berupa clurit jenis cadek berukuran besar.
Kapolsek Klakah AKP Octa Panjaitan saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa dalam duel sadis khas Pulau Garam Madura itu, Mukson alias Niton akhirnya kalah.
"Perutnya terkoyak sabetan clurit Karnap hingga ususnya terburai. Punggung pria ini juga terkoyak. Dalam kondisi mandi darah inilah, Mukson alias Niton pun ambruk dan tak melanjutkan lagi pertarungnnya," kata Kanit Reskrim Polsek Klakah Aiptu Mat Sholeh di kantornya, Senin (12/12/2011).
Karena kondisi kritis, korban dilarikan ke RSU dr Haryoto Lumajang sebelum akhirnya dirujuk ke RSU dr Soebandi Jember. "Kini, Mukson alias Niton kondisinya masih kritis di RSU dr Soebandi Jember hingga belum bisa kita mintai keterangan seputar kejadiannya," tambahnya.
Sementara Karnap yang juga mengalami luka di bagian kening karena menangkis sabetan clurit Mukson alias Niton, sesaat setelah kejadian langsung mengamankan diri ke Mapolsek Klakah. Dirinya takut aksi pembalasan dari pihak keluarga Mukson alias Niton hingga memilih meminta perlindungan polisi.
"Untuk menetapkan siapa tersangka dan siapa korbannya, kita tunggu kondisi Mukson alias Niton dulu. Karena, dua-duanya sama-sama luka dalam insiden carok tersebut," urainya.
(fat/fat)











































