Menurut cerita Kevin pada Dewi, Dia mengaku bermimpi bertemu dengan seorang lelaki tua berbaju putih, yang kemudian mengajaknya ke ruang solat di dalam rumah.
"Saat mimpi didatangi lelaki tua pakai baju putih, katanya mau menyunat lengkap dengan membawa gunting," jelas Dewi, Minggu (11/12/2011) siang.
Siswa kelas II di SDN Bunulrejo ini kemudian digendong menuju ruang solat untuk menjalani proses sunat. "Disunatnya di ruang solat, setelah itu dikembalikan ke kamar kembali," cerita Dewi.
Dewi melanjutkan, setelah dibawa kembali ke kamar, Kevin kemudian tersadar dan mengatakan kepada kakaknya jika dirinya telah disunat, namun, perkataan Kevin itu dianggap Keni hanya karena adik kandungnya menggigau. "Dipikir kakaknya menggigau karena masih tidur," sambung Dewi.
Keajaiban menimpa ini baru terungkap ketika Kevin terbangun dari tidur siangnya, dengan langkah berjalan Kevin tak senormal sebelumnya. "Kayak habis disunat, kami curiga dan melihatnya ternyata benar," ujar Dewi.
Spontan kabar khitan ghaib Kevin ini mengundang kagum keluarga besar serta warga sekitar hingga menyempatkan untuk melihat langsung keajaiban tersebut.
Kevin sendiri dalam pengakuannya memang didatangi seorang lelaki tua yang tak dikenalnya saat tidur siang, secara tiba-tiba lelaki itu berniat akan mengkhitannya.
"Orangnya tua pakai baju putih bawa gunting," tegas Kevin menceritakan. Ia mengaku, sebelumnya tak pernah ditemui lelaki itu dalam mimpi ataupun di kesehariannya. "Tak pernah bertemu, ya baru sekali itu," tandas Kevin.
Sebelumnya, Kevin memang menginginkan untuk segera disunat, hal itu dilakukan dengan mendaftarkan diri mengikuti sunatan massal di sekolah. "Tapi kemudian saya batalkan karena kecil," ucap Dewi.
Bagi keluarga Dew,i kejadian menimpa putranya ini masih menjadi tanda tanya besar, persoalannya Kevin tak mengalami luka akibat disunat itu, serta dari hasil pemeriksaan dokter bahwa khitan Kevin telah sembuh.
"Sudah saya periksakan ke dokter, katanya luka khitan sudah sembuh. Jadi semakin heran kami dan kenapa anak saya yang mengalami," tutur Dewi.
(bdh/bdh)











































