Pro Kontra Penyelidikan Keterlibatan Asing di PT IMN

Tambang Emas di Banyuwangi

Pro Kontra Penyelidikan Keterlibatan Asing di PT IMN

- detikNews
Jumat, 09 Des 2011 18:39 WIB
Pro Kontra Penyelidikan Keterlibatan Asing di PT IMN
Banyuwangi - Langkah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyelidiki dugaan keterlibatan asing di PT Indo Multi Niaga (IMN) direaksi beragam. Di sisi lain anggota dewan mendukung, namun ada pula yang menilai sudah terlambat.

DPRD Banyuwangi akan mengambil langkah yang sama seperti yang akan dilakukan
oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. Yakni, menyelidiki dugaan keterlibatan saham
Intrepid Mines Ltd, perusahaan asal Autralia di PT IMN.

"Ya jelas dong," kata Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Jony Subagyo kepada detiksurabaya.com melalui sambungan telepon, Jumat (9/12/2011). "Yang dilakukan Bupati atau Pemkab juga sama dengan DPRD," tambahnya.

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi menyatakan akan melakukan menyelidiki dugaan pengalihan saham PT IMN ke Intrepid Mines LTd. Pernyataan itu diungkapkan Bupati Banyuwangi pada sejumlah wartawan seusai Rapat Paripurna di gedung DPRD Banyuwangi, Kamis (8/12/2011).

Di internet, Intrepid secara terang-terangan mengaku memiliki proyek bernama proyek tujuh bukit di Tumpang Pitu, Banyuwangi. Perusahaan yang tercatat di bursa saham Toronto, Canada dan Bursa Australia tersebut secara aktif mempublikasikan hasil eksplorasinya. PT IMN sudah menepis tudingan tersebut.

Namun rencana penyelidikan yang akan ditemuh Pemkab Banyuwangi dianggap mubazir. "Apanya yang diselidiki?," kata Sukirman, anggota Fraksi PDIP saat dikonfirmasi detiksurabaya.com.

Menurut Sukirman, sebenarnya dugaan keterlibatan saham asing di PT IMN bukan rahasia lagi. Di sejumlah sumber khususnya di internet, disebutkan Intrepid Mines LTd, perusahaan tambang asal Australia ikut andil pembiyaan PT IMN.

"Kalau dari awal investor IMN ya orang asing setahu saya. Terus yang mau diselidiki apanya," katanya.

Sukirman lebih setuju, jika Pemkab Banyuwangi konsentrasi ke masalah penyertaan
saham atau golden share ke PT IMN. Karena Pemkab sudah terlanjur menggulirkan
wacana tersebut ke publik.

Pemkab seharusnya pro aktif untuk mewujudkan rencana golden share tersebut. Mengajak semua pihak termasuk PT IMN untuk duduk bersama membahas secara tuntas dan jelas. Mengingat dampak logis dari pertambangan emas nantinya.

"Yang harus digaris bawahi oleh bupati, kita tetap menolak sebelum jelas pembagian itu. Karena kita yang punya wilayah," kritiknya lagi.

(gik/gik)
Berita Terkait