Kontan saja, baju Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khairul Kalam tampak basah kuyup terkena keringatnya. Begitupula, para perwira polisi yang ikut mengamankan aksi mahasiswa PMII.
Ketua Umum PMII Cabang Pamekasan, Mohamad Faridi, sengaja menolak ajakan dialog di dalam ruang pertemuan dewan. Untuk menarik perhatian wakil rakyat, seorang mahasiswa dengan bertelanjang dada rela dikurung dalam kurungan ayam berbahan bambu.
"Biar merasakan susahnya hidup rakyat banyak yang membanting tulang di bawah terik matahari, saya mengajak para pimpinan dewan lesehan di halaman," ajak Faridi, Jumat (9/12/2011).
Ajakan Faridi langsung direspon Khairul Kalam yang mengajak 3 anggota dewan lainnya untuk lesehan sambil berdialog di bawah terik matahari. Dialog sambil minum kopi dan makan kue nagasari itu, tentu menyengsarakan wakil rakyat.
Namun mahasiswa tak bergeming. Meski dialog dengan materi mencari cara
memerangi korupsi di negeri ini. Lesehan yang berlangsung cukup lama itu, akhirnya menyepakati ajakan mahasiswa bahwa wakil rakyat harus menjadi pilar utama memerangi korupsi.
"Agar tak membuka peluang adanya korupsi dan penyelewengan anggaran, sebaiknya wakil rakyat mengurangi perjalanan kunjungan kerja ke luar daerah," saran Faridi.
Sebaliknya, Khairil Kalam menampik jika kunjungan kerja merupakan bentuk pemborosan uang negara dan berpotensi korup. "Setiap perjalanan dan kunjungan kerja kami keluar daerah, semata-mata untuk studi banding memajukan Pamekasan," ujar legislator dari Partai Demokrat itu.
Aksi demo dengan media lesehan itu, akhirnya ditutup dengan doa bersama dan peserta membubarkan diri dengan tertib.
(fat/fat)











































