Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Pamekasan

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Pamekasan

- detikNews
Sabtu, 03 Des 2011 14:18 WIB
Pamekasan - Hujan disertai angin kencang menerjang Pamekasan. Akibat terjangan angin kencang ini, dua bengkel di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, serta sebuah rumah rusak.

Dua bengkel yang rusak yakni, Al Barokah dan bengkel sawmill. Sedangkan rumah milik Muhti di Desa Bicorong. Bahkan, Haji Salehuddin, pemilik bengkel terluka cukup parah di daun telingan bagian kanan. Kerugian materi yang diderita Salehudin mencapai belasan juta rupiah.

"Seluruh atap dan kayu plafon bengkel hancur. Sedangkan sejumlah peralatan bengkel yang ada di bawahnya rusak tertimpa atap," jelas Salehudin saat ditemui di depan bengkelnya, Sabtu (3/12/2011).

Atap bengkel yang runtuh juga merusak 3 unit sepeda motor yang sedang diservice. Satu mobil juga rusak di bagian kaca depan dan kap mesin. "Semoga pemilik motor dan mobil tak meminta ganti rugi. Ini kan bencana dan bukan kesengajaan," kata Salehudin dengan nada harap.

Angin kencang juga merusak atap bengkel sawmill milik Haji Badwi, Seluruh atap pusat penggergajian balok kayu itu hancur diterbangkan angin. "Mesin gergaji saya rusak kemasukan air hujan. Saya harus menservicenya," ujar Badwi.

Sementara atap pabrik tahu milik Haji Salim tampak menganga beratap langit. Seluruh atapnya diterbangkan angin dan menghantam sebagian rumah Salim. Tak ada korban luka. Hanya kerugian yang ditanggung Salim mencapai belasan juta rupiah.

"Beruntung waktu hujan turun, saya dan keluarga ada di dalam rumah. Sementara 5 orang pekerja sudah pulang," jelas Salim ditemui di rumahnya.

Sejumlah anggota Polsek Pakong tampak mengamankan ruas jalan di depan bengkel. Sebab, puluhan warga memadati jalan ingin menonton bengkel yang diterjang angin kencang itu.

"Terjangan angin terjadi sekitar jam 13.15 WIB tadi," kata seorang polisi berpangkat bripda.

Tak hanya merusak bengkel, sawmill dan pabrik tahu saja. Angin kencang juga menumbangkan pohon asam raksasa di pinggir jalan Desa Bandungan, Kecamatan Pakong. Akibatnya, kabel listrik jaringan menengah yang mengalir ke rumah warga, putus.

Selain itu, sejumlah lintasan kabel di beberapa jalan kampung juga putus tertimpa pohon perindang jalan kampung. Alhasil, aliran listrik yang menerangi ratusan rumah warga menjadi padam.

"Sampai sekarang belum ada petugas PLN yang mendatangi lokasi pohon asam yang roboh. Semoga, padamnya listrik tidak sampai nanti malam," kata Sidik, pemilik warung Bakso Tenis di pojok pertigaan jalan Bandungan.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini