Bahkan, kondis terminal yang dibangun pada tahun 2004 hingga 2007 itu sangat memprihatinkan. Belum berfungsinya Terminal Gondanglegi ini salah satunya karena adanya penolakan dari sopir angkutan umum.
Alasan para sopir enggan memanfaatkan terminal ini karena terminal baru ini letaknua cukup jau daripasar. Sehingga, apabila mereka berhenti di terminal ini, tidak akan ada satu pun penumpang yang datang ke terminal.
"Lokasi cukup jauh dengan pasar, kalau kita berhenti di sana (terminal,red) tidak akan dapat penumpang," kata Nurkholis, seorang sopir angkutan jalur Turen-Gondanglegi kepada detiksurabaya.com, Selasa (29/11/2011).
Selain itu menurut Nurkholis, penumpang banyak yang menolak untuk turun di terminal. Penumpang lebih memilih turundi kawasan pasar. Akibatnya para sopir cenderung menuruti kemauan para penumpang. "Kalau kita memaksa ke terminal, penumpang banyak yang tidak naik," imbuh Nurkholis.
Sementara Ketua Komisi D (bidang pembangunan) DPRD Kabupaten Malang Sugeng Pujianto mengatakan, Terminal Gondanglegi dibangun dengan biaya sebesar Rp 5 miliar. Proses pembangunan sendiri digelar pada Tahun 2004 hingga 2007 lalu. "Semestinya harus berfungsi, karena telah menggunakan anggaran dari uang rakyat," kata Sugeng terpisah.
Sugeng mengaku, usulan pembangunan kios di sekitar terminal pada tahun ini sulit untuk diwujudkan, setelah melihat kondisi terminal yang tak berfungsi sesuai rencana. "Anggaran untuk kios kita pending dulu jadinya, karena kami khawatir kalau dianggarkan tak berfungsi seperti terminal saat ini," aku politisi dari PDIP ini.
Sugeng sendiri sangat menyayangkan, tidak ditempatinya terminal tersebut karena dalam pembangunanya tanpa melalui kajian dari berbagai aspek, sehingga banyak pembangunan infrastruktur yang di Kabupaten Malang yang sudah terbangun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pembangunan fasilitas publik yang mangkrak menurut Sugeng seperti Terminal Ampelgading yang juga tak digunakan, meskipun pembangunan telah selesai serta Sub Terminal Agrobis Mantung, Pujon, dan proyek embung di Kecamatan Gedangan yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.
"Banyak fasilitas publik yang tak terpakai," tegasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Nazae Selian sendiri enggan memberikan komentar terkait mangkraknya terminal Gondanglegi dan Ampelgading itu.
Dari pantauan detiksurabaya.com, akibat tak dipergunakan, kondisi terminal sangat memprihatinkan, banyak fasilitas yang tak terawat dengan baik hingga rusak.
(bdh/bdh)











































