Dari pantauan detiksurabaya.com kepadatan lalu lintas terjadi sejak di Aloha hingga melewati sungai di Waru. Pengguna jalan harus mengurangi kecepatan karena beserta sampah berceceran di jalan. Kendaraan roda dua pun banyak yang melewati fly over Waru.
Selain mengganggu lalu lintas, melubernya sungai ini juga mengganggu pejalan kaki. Mereka mengaku merasa tidak nyaman dengan bau dan air yang meluber.
"Saya sumpek kalau airnya meluber, campur sampah dan kotor," kata Septan (21), salah seorang pejalan kaki yang ditemui detiksurabaya.com di lokasi.
Untuk mengatasi tersumbatnya air tersebut Dinas Pengairan telah memerintahkan orang untuk mengeruk sampah yang menumpuk di sungai. Mereka mengeruk sampah-sampah dengan alat-alat sederhana. Seperti kayu dan keranjang bambu lalu dimasukkan ke dalam karung.
(fat/fat)











































