Siang itu sekitar pukul 11.30, driver mesin backhoe sedang mengarahkan alat beratnya untuk memperbaiki jalan alternatif untuk sepeda motor yang terletak pas di sebelah rel KA. Tak berselang lama, KRD yang berangkat dari Stasiun Pasar Turi meluncur dengan kecepatan tinggi. Belum sempat menghidar, bagian belakang backhoe tertabrak salah satu gerbong KRD hingga keluar rel.
"Sebelum keluar rel, keretanya menabrak backhoe terlebih dahulu," kata Muhadi, seorang petani yang saat kejadian sedang menggarap sawahnya di dekat lokasi kereta terguling, Sabtu (26/11/2011).
Saat kejadian, lanjutnya, warga juga sempat mendengar suara keras seperti benturan benda-benda tumpul. Saat dilihat dan didekati, ternyata salah satu gerbong KRD keluar rel hingga posisi miring.
Penumpang yang masih berada di dalam kereta juga tampak tak begitu ricuh. Mereka terlihat cukup tenang saat berusaha keluar dari kereta tersebut.
Menurut pantauan detiksurabaya.com, salah satu sisi gerbong tersebut penyok. Beberapa kaca juga terlihat retak dan pecah akibat getaran hebat yang timbul dari gerbong yang keluar rel.
"Tadi sempat ada timbul suara keras," kata Muhadi.
(bdh/bdh)











































