Salah satu pemilik rumah, Ali Suroso bahwa banjir disebabkan luapan sungai kecil yang berada dekat tempat tinggalnya berdampingan dua rumah milik Asir dan Suyitno.
"Air sampai setinggi dada orang dewasa, kuatnya arus sungai hingga menjebol dinding rumah Asir dan Suyitno," ujar Ali ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Kamis (24/11/2011).
Ali mengungkapkan, dashyatnya banjir itu baru pertama kali terjadi, meskipun mereka telah tinggal sejak tahun 1960 silam. Luapan air sungai, lanjut dia, juga merendam seluruh perabotan rumah tangga serta pakaian.
"Semua pakaian basah, kami tak punya ganti," sambung Ali.
Dari pantauan detiksurabaya.com, ketiga rumah warga itu berada menjorok ke bibir sungai, sehingga menjadi sasaran luapan air saat hujan deras mengguyur.
Ketiga keluarga menjadi korban banjir sibuk membersihkan sisa banjir yang menggenang tempat tinggalnya. Selain itu mereka mencuci pakaian yang terendam air bercampur lumpur. Dinding bagian dapur rumah Aris serta tembok penyekat ruang tamu jebol dengan berdiameter sekitar 4 meter akibat diterjang banjir.
"Kita harus kerja bakti bersihkan rumah dan pakaian serta perabotan," beber Ali.
(fat/fat)











































