Ratusan Buruh Rokok Demo Bea Cukai Malang

Ratusan Buruh Rokok Demo Bea Cukai Malang

- detikNews
Selasa, 22 Nov 2011 11:24 WIB
Ratusan Buruh Rokok Demo Bea Cukai Malang
Malang - Ratusan buruh berbagai pabrik rokok di Malang Raya menggelar unjuk rasa dengan mendatangi Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Malang, Selasa (22/11/2011).

Aksi buruh tergabung dalam Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (FORMASI) ini menyikapi terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 167/PMK.011/2011 tentang tarif cukai hasil tembakau yang akan mengancam nasib buruh untuk penghentian kerja.

Pasalnya, PMK itu akan mempengaruhi kenaikan harga pita cukai rokok sehingga perusahaan rokok tak mampu kembali beroperasi.

Ratusan buruh berkumpul depan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Malang untuk menyuarakan tuntutannya, yakni meminta penghapusan PMK No 167 tersebut.

Para buruh mayoritas kaum perempuan itu juga melengkapi aksi dengan membawa poster serta spanduk bertulis menolak terbitnya peraturan menteri keuangan yang baru tersebut.

Dalam orasinya buruh mengaku terancam akan kelangsungan hidupnya dengan ancaman pemutusan hubungan kerja. Mereka menuding pemerintah telah sengaja 'menghabisi' masyarakat kecil yang banyak menggantungkan nasibnya di pabrik rokok.

"Pemerintah membunuh kita dengan PMK 167," teriak buruh.

Puluhan aparat keamanan menjaga ketat jalannya aksi buruh ini dengan menutup akses Jalan Surabaya, tempat dimana aksi berjalan.

Menurut Ketua Harian FORMASI Heri Susianto mengatakan, aksi ini sebagai langkah nyata buruh menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat itu.

"Kami menolak terbitnya PMK 167," ujarnya di sela-sela aksi.

Heri mengaku, buruh dalam aksi ini menuntut beberapa hal, selain menolak PMK 167, juga meminta adanya alternatif lain dalam pencapaian target penerimaan negara tanpa mengorbankan perusahaan kecil, juga menuntut keadilan pemerintah agar adil serta berimbang bagi industri hasil tembakau, dan terakhir suara rakyat agar didengar sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

"Selama ini kita seperti dikerdilkan oleh pemerintah," tegas dia.

Hingga pukul 11.00 WIB, ratusan buruh masih menggelar orasi depan kantor bea cukai, meskipun tak mendapat tanggapan dari pejabat bea cukai.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini