Dugaan gelembung atau benjolan itu akibat tumor jinak tengah menggerogoti kulit dan tulangnya. "Berobat pasti butuh biaya, apalagi operasi," ujar Wisnu kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Jumat (18/11/2011).
Ia berpikir untuk melakukan pembedahan atau operasi membutuhkan biaya tak sedikit, sementara Wisnu hanya bergantung pada uang pensiun dinas pekerjaan umum untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
"Kalau dioperasi butuh biaya banyak pasti, saya hanya pensiunan," ucap bapak empat anak ini.
Selama ini, lanjut Wisnu, dirinya tidak pernah mengunjungi dokter mengobati penyakitnya, karena dirinya menyakini pembedahan bakal dilakukan membuang benjolan telah menutup 100 persen bagian tubuhnya.
"Kadang datangi pengobatan alternatif, kalau ada uang lebih," beber Wisnu hanya tamatan STM ini.
Wisnu mengaku, di awal menemukan benjolan pertama di bagian punggung dengan ukuran dua kali besar kelereng tahun 1990 silam, ia pernah mendatangi dokter spesialis kulit serta bedah. Namun, kedua ahli medis itu memastikan tak mampu menyembuhkan penyakit itu.
"Dokter sudah angkat tangan, mungkin saya disuruh pasrah sama Tuhan," keluh lelaki kelahiran Surabaya ini.
(fat/fat)










































