Ikrar damai yang digelar di ruang loby Polres ini diikuti oleh seluruh PPS se-Jombang. Di antaranya, Kera Sakti, Persaudaraan Setia Hati Terate, Tapak Suci Muhammadiyah, Pagar Nusa NU dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Dalam ikrar tersebut, disaksikan oleh Kapolres Jombang, AKBP Marjuki, Dandim 0814, Letkol Indra Heri, Wabup, Widjono Suparno dan perwakilan Satradar 222 TNI AU serta perwakilan Kejari Jombang. Ikrar tersebut dibacakan dengan tujuan menciptakan suasa aman, kondusif dan persaudaraan.
Acara ini juga diisi dengan dialog antar perguruan di Jombang. Semua perguruan, juga memasrahkan sepenuhnya terhadap polisi. Namun, pihak PPS Kera Sakti juga menyayangkan lambannya penanganan kasus ini.
"Tolong Pak Kapolres, kasus ini dipercepat pengusutannya. Saya kira mudah dan bisa cepat, sebab pelaku juga banyak diketahui anggota yang mengawal saat itu," pinta Muhammad Atim, Ketua PPS Kera Sakti Cabang Jombang dalam dialognya.
Dalam sambutannya, AKBP Marjuki mengatakan hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyerangan. Pihaknya juga akan menindak siapapun yang terlibat dalam penyerangan ini.
"Kita sudah mengupayakan penyelidikan kasus ini dipercepat. Setiap hari, kita lakukan pendekatan terhadap perguruan terduga," katanya kepada wartawan usai acara ikrar bersama, Jumat (18/11/2011).
Acara ini diakhiri dengan tanda tangan MoU kesepakatan damai oleh semua perguruan. Setelah itu, jabat tangan sebagai simbol perdamaian juga dilakukan jajaran Muspida dan semua ketua perguruan.
(fat/fat)










































