Kedua orang naas itu bernama Nanang Suharto (50), Perum Sampurna, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, dan Mulyani (47) warga Jalan Sumpil, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Kematian keduanya diduga akibat kehabisan oksigen. Tim SAR gabungan dari Aparat Kepolisian, PMI, serta masyarakat baru dapat mengevakuasi Mulyani pada Selasa (16/11/2011) sore, sedangkan Nanang berhasil dievakuasi pada Rabu siang.
"Kita hentikan evakuasi karena cuaca buruk, setelah mengevakuasi Mulyani," terang Kapolsek Poncokusumo AKP Timbul Wahono kepada wartawan di lokasi.
Timbul mengungkapkan, kedua korban nekat membuat lubang berdiameter 130 cm untuk menemukan harta karun berupa landak putih, seperti mimpi yang dialami salah satu korban.
Naasnya, kata Timbul, ketika menggali lubang sedalam 10 meter, keduanya tewas yang diduga kuat kehabisan oksigen. "Mereka tewas sebelum menemukan harta karun itu, dugaan kuat kehabisan oksigen," ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam menggali tanah kedua korban menggunakan mesin diesel untuk menguras air hujan yang masuk ke dalam lubang, upaya itu yang diduga membuat keduanya kehabisan oksigen.
"Cuaca sedang hujan deras ketika mereka menggali lubang itu," imbuh Timbul. Terungkapnya peristiwa, lanjut Timbul, ini tak lepas dari informasi rekan korban bernama Nanang warga Tumpang yang menuturkan, kedua rekannya tengah mencari harta karun dengan menggali tanah sejak Selasa pagi.
Namun keberadaan mereka tak diketahui saat cuaca buruk terjadi kemarin siang.
"Salah satu rekannya menyusul untuk mengirim makanan, tapi tak ketemu kemudian melapor ke kami," urai Timbul.
Timbul berharap kejadian ini tak terulang kembali dengan meminta masyarakat tak mempercayai adanya harta karun terpendam di kawasan Coban Pelangi.
(bdh/bdh)











































