Karena terseret, menyebabkan bagian kepala sebelah kanan nenek malang itu hancur setelah terbentur bantalan rel yang terbuat dari beton.
Peristiwa ini terjadi di kilometer 156 tepatnya sebelah timur pos penjaga pintu perlintasan kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, Kamis (17/11/2011).
"Nenek itu langsung aja lewat, padahal kereta dari timur sudah dekat," ungkap Hasan seorang kuli bangunan kepada detiksurabaya.com.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi dengan mengambil gambar tetesan darah di sebuah bantalan rel kereta api. Sayangnya, tak satu pun warga sekitar yang mengetahui identitas korban.
"Tadinya nenek itu niat potong kompas dengan melintas di gundukan pasir yang dibawahnya terdapat bantalan rel dari beton, saat nenek melintas tiba tiba kereta api Sri Tanjung dengan kecepatan tinggi datang dan nenek terseret 20 meter hingga tewas," tambah Suwito, penjaga pintu perlintasan.
Karena tak ada yang mengetahui siapa korban, mayat nenet tersebut dibawa ke unit kamar mayat RSUD dr Soebandi Jember untuk menjalani proses otopsi. Petugas kamar mayat memastiakn nenek yang ditabrak kereta api ini bukanlah seorang gelandangan melainkan warga biasa.
(bdh/bdh)










































