Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Anton Prasetyo mengaku peristiwa itu diduga karena salah paham.
"Dugaan sementara karena salah paham," kata Anton kepada detiksurabaya.com di kantornya Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Anton mengungkapkan, usai menggelar olah TKP, diamankan dua orang saksi yang diduga kuat mengetahui kejadian itu. Yakni Ri siswa kelas 7 SMP Salahuddin serta Tyas (18), salah satu rekan Ri.
Dari keterangan keduanya diketahui pelaku penusukan terhadap korban adalah Wahyu Priyo Utomo (19), warga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang.
"Kami tahu tersangka yakni Wahyu dari kedua saksi," tegas Anton.
Wahyu diketahui protolan SMP itu diamankan di rumahnya, begitu juga Ri serta Tyas. Anton memastikan Wahyu merupakan pelaku utama dari kejadian ini, sedangkan Ri dan Tyas dalam pemeriksaan intensif.
"Sementara tersangka masih satu, dari tiga orang yang kita amankan," urai Anton.
Ia menambahkan, keberadaan Ri bersama pelaku lain di lokasi kejadian untuk bertemu dengan temannya yakni siswi SMPN 4 Kota Malang yang berada di depan tempat kejadian, dari siswi SMPN 4 itu kasus pembunuhan ini terungkap.
"Ri mengaku kabur, tahu Wahyu dan korban berkelahi," beber Anton.
Dari penangkapan Wahyu, lanjut Anton, pihaknya juga menyita sebuah pisau yang diduga sebagai alat menghabisi korban serta sepeda motor pelaku terdapat bercak darah yang dibawa pelaku saat kejadian.
Secara terpisah, seorang wanita mengaku ibu kandung Ri membantah jika putranya terlibat aksi pembunuhan itu, karena saat terjadi penusukkan Ri tak berada di lokasi.
"Bukan anak saya, tapi temannya," ujar wanita itu saat menunggu proses penyidikan di Satreskrim Polres Malang Kota, Selasa petang.
Ia menambahkan, pergaulan luar sekolah memang membawa putranya untuk bergaul dengan pelaku, hal itu tak dipungkiri dirinya selama ini. "Ini karena pengaruh orang luar sekolah," aku dia.
(fat/fat)










































