"Ruang kelas yang tertimpa adalah kelas X3 dan X4," kata Zainul Arifin saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (14/11/2011).
Wakasek Kesiswaan tersebut mengatakan bahwa tower yang ambruk tersebut menimpa atap ruang kelas tembus hingga ke plafon hingga ambrol. Otomatis dua ruang kelas tersebut tak dapat difungsikan lagi. Selain tower yang ambruk, angin kencang juga menerbangkan 3 atap kantin yang terbuat dari asbes.
"Untung saja tidak ada korban. Padahal ada siswa yang sedang mengikuti pelatihan jurnalistik," tambah Zainul.
Zainul mengatakan bahwa ambruknya tower tersebut diduga dikarenakan sling atau kawat penahan tower yang putus. Sling yang sudah berumur 3 tahun itu diduga sudah berkarat sehingga putus saat dihantam angin kencang.
"Karena dua ruang kelas tak bisa difungsikan maka siswa kami pindahkan," lanjut Zainul.
Masing-masing 32 siswa dari dua kelas tersebut, kata Zainul, dipindahkan ke ruang laboratorium untuk kelas X3 dan ruang penilaian untuk kelas 10.
"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan juga bupati," tandas Zainul.
(iwd/bdh)










































