Pasalnya, kawasan hutan Kabuh tempat terjadinya penyerangan rombongan Kera Sakti yang seusai menghadiri acara di Madiun itu berada diperbatasan wilayah Lamongan dan Jombang. Polisi menengarai seratusan pelaku diperkirakan masuk ke dalam hutan
"Anggota yang melakukan pengejaran dibekali senjata lengkap," kata Kapolres Jombang, AKBP Marjuki, kepada wartawan, Minggu (13/11/2011).
Marjuki mengatakan bahwa jika tertangkap, para pelaku bisa diamankan di Polres Jombang dan Lamongan tergantung di wilayah mana pelaku tertangkap. Selain melakukan pengejaran, polisi juga akan mengantisipasi adanya serangan balasan
dari pihak Kera Sakti.
"Dimungkinkan ada dendam dari Kera Sakti, karena itu kami mengantisipasi adanya
serangan balasan," tandas Marjuki.
Penyerangan terhadap 300 pendekar Kera Sakti yang dalam perjalanan pulang itu
diduga dilakukan oleh salah satu kelompok perguruan silat yang namanya cukup
kondang. Korban melihat penyerang mengenakan seragam perguruan silat tertentu.
Saat terjadi penyerangan itu, polisi yang mengawal rombongan Kera Sakti sudah
berupaya melerai dengan melepaskan tembakan peringatan. Namun massa penyerang
yang berseragam salah satu perguruan silat ini tak mengindahkan.
Akibat penyerangan itu, 6 pendekar Kera Sakti dilarikan ke rumah sakit karena luka yang serius dan 7 truk yang ditumpangi rusak. Saat penyerangan terjadi, para pendekar Kera Sakti sempat melakukan perlawanan. Namun karena penyerang berbekal senjata tajam, mereka pun sempat kewalahan.
(iwd/gik)










































