Bahkan isak tangis pecah dari keluarga Ribut (17), salah satu peserta gerak jalan napak tilas Jendral Sudirman yang menjadi korban tewas.
Tangis histeris Jumangin (50), ayah kandung Ribut tak terbendung saat membuka kain yang menutupi jenazah anaknya. Sedangkan adik perempuan Ribut juga tak kuasa menahan tangis saat mendampingi sang ayah di ruang jenazah RSUD Gambiran.
Sambil menangis Jumangin memprotes petugas penjaga jenazah, atas keterlambatan kabar yang diterima oleh keluarga.
"Kenapa kok tidak dari siang to pak ngasih kabar agar anak saya lekas cepat bisa dibawa pulang," kata Jumangin kepada petugas sambil terus menangis, Jumat (12/11/2011) malam.
Sementara itu, di luar ruang UGD RSUD Gambiran, ratusan warga terlihat mencari kabar tentang keberadaan keluarga mereka apakah ikut menjadi korban kecelakaan apa tidak.
Seperti Dialami Karyo (40), Warga Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Dia berusaha mencari keberadaan Kuncoro (17) anak lelakinya yang dikabarkan ikut dalam rombongan truk yang mengalami kecelakaan.
Dari informasi yang dihimpun, korban terbanyak dalam kecelakaan truk terguling adalah siswa SMK PGRI 1 Kota Kediri lebih dari 30 siswa.
(bdh/bdh)










































