Peristiwa ini sontak saja menghebohkan warga setempat. Pasalya, tak diketahui apa penyebab korban yang berstatus bujang lapuk ini nekat mengakhiri hidup dengan jalan seperti itu.
Bahkan, pihak keluarga juga tak mengetahui apa ysng menjadi latar belakang korban gantung diri, lantaran sebelum ia ditemukan tewas tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
"Kami tidak tahu apa penyebab Subandriyo sampai gantung diri seperrti itu. Lha wong ia biasa saja dan tidak ada yang aneh dari gelagatnya," ujar Asim (65), paman korban ketika ditemui detiksurabaya.com di rumah duka, Kamis (10/11/2011).
Bahkan, masih kata Asim, sebelum korban ditemukan tewas tergantung, montir mobil ini juga diketahui sempat menonton televisi. "Korban semalaman melihat sepakbola di tv kok. Tak tahunya, pagi tadi ia sudah ditemukan gantung diri. Siap ayang tidak kaget," ungkapnya.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, diduga korban telah mempersiapkan rencana mengakhiri hidup dengan memanfaatkan sepinya situasi rumah pagi itu.
Bahkan, korban juga sempat meninggalkan wasiat berupa coretan di tembok ruang tengah rumahnya. Coretan itu berupa guratan di tembok yang bertuliskan wasiat yang harus dilakukan keluarganya setelah korban tewas. Guratan itu berisi "Saya Titip Pesan Untuk Dikuburkan di Tanahku Sendiri, di Bawah Pohon Bambu".
Wasiat inilah yang cukup mengejutkan keluarganya. Meski diakui, korban memang memiliki tanah warisan yang berada tak jauh dari rumahnya dan da pohon bambu di sana.
Sementara, dari olah TKP yang dilakukan Polsek Kota dan Polres Lumajang, korban dinyatakan tewas karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh montir itu.
(bdh/bdh)











































