Upacara dipimpin oleh salah seorang veteran perang, Saikoen. Setelah memimpin penghormatan kepada arwah pahlawan, Saikoen kemudian mengawali melakukan peletakan karangan bunga.
Setelah itu, para siswa serentak mengambil keranjang bunga dan menaburkannya di pusara para pahlawan. Meskipun masih berusia dini, tampak para siswa khidmat saat meletakan karangan bunga.
Para siswa kemudian diajak duduk bersama untuk mendengarkan cerita-cerita kepahlawanan dari veteran. Tampak Saikoen dan seorang veteran lain bersemangat menceritakan kisah heroik kepada siswa.
"Jiwa kepahlawanan dan nasionalisme harus ditumbuhkan sejak dini," kata Kepala Sekolah, Widiawati kepada detiksurabaya.com di sela-sela acara.
Nanda, salah seorang siswa mengaku senang ikut dalam acara itu. Dengan gaya polos khas anak ia menjawab pertanyaan wartawan dengan tersenyum.
"Senang upacara di sini," katanya.
(fat/fat)










































