Sejumlah saksi mata menuturkan, sebelum akhirnya ditemukan tewas, Mesna diketahui berada di dalam rumahnya bersama Rifki anaknya. Saat itu Mesna sedang menanak nasi, tiba-tiba terdengar suara gemuruh rumah ambruk.
Diduga karena usia yang sudah tua, janda itu tidak bisa menyelamatkan diri dan tertimpa atap rumah yang berupa sejumlah balok kayu.
"Ya waktu kejadian saya di dalam rumah pak, ibu saya sedang menanak nasi, saat ambruk itu ibu saya langsung tertimpa, setelah saya tolong ternyata sudah tidak bernyawa," ujar Pak Rifki, dengan mata berkaca-kaca.
Diketahui, sebelumnya desa setempat sempat diguyur hujan selama satu malam, yang disertai angin kencang, hingga Rabu pagi angin diketahui masih dirasakan warga Demung, angin itu baru meredah setelah siang hari.
Bencana ini juga mengundang pehatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo. Sementara ini sejumlah relawan dari BPBD yang tergabung dalam tim rekasi cepat (TRC), sudah berada di lokasi bencana.
"Sementara ini kami masih melakukan pendataan rumah dan korban, untuk langkah awal kami akan segera kirimkan bantuan bahan makanan," tukas Kepala BPBD, Zainul Arifin.
(fat/fat)











































