Ibu korban, Khusnul Fatimah mengatakan, saat kejadian, Selasa (8/11/2011) malam, ia tenggah menjalankan salat Isak di bagian belakang rumah setelah menidurkan anaknya. Dan sebelum ia selesai salat ia mendengar ada suara keras.
"Pas salat saya dengar ada suara keras dari rumah. Kemudian saya lihat rumah saya sudah ambruk. Padahal saat itu anak saya Gupron lagi tidur di lantai rumah," ujarnya pada detiksurabaya.com sambil sesekali menangis, Rabu (9/11/2011).
Fatimah menambahkan, sambil berteriak minta tolong ia terus mencari anaknya sendiri. Karena suaminya Sukardi sedang pergi. Dengan dibantu oleh tetangga, akhirnya Gupron berhasil ditemukan, namun dalam keadaan sudah tewas dan menderita luka di bagian kepala dan beberapa anggota tubuh lainnya.
Jenasah Gupron yang dapat dievakuasi dari reruntuhan rumah berukuran 4 X 6 meter dengan mengunakan peralatan seadaanya. Setelah proses evakuasi, akhirnya Gupron dimakamkan dengan sederhana di pemakaman desa setempat.
Sementara saat ini, di lokasi kejadian masih tampak warga yang dibantu oleh anggota TNI Kodim 0805 Ngawi yang tengah membersihkan sisa-sisa reruntuhan rumah milik pasangan Sukardi dan Khusnul Fatimah
Camat Jogorogo Tripujo Handono mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Sosial Kabupaten Ngawi. Namun hingga siang ini masih belum ada bantuan maupun tim yang menuju kelokasi.
"Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Dinsos. Tapi belum ada tim dari Kabupaten yang datang ke lokasi," ucapnya.
(bdh/bdh)











































