Lima Rumah di Malang Diterjang Tanah Longsor

Lima Rumah di Malang Diterjang Tanah Longsor

- detikNews
Rabu, 09 Nov 2011 11:59 WIB
Malang - Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Selasa (8/11) mengakibatkan tanah longsor. Lima rumah milik warga di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, rusak akibat terjangan tanah longsor pada, Rabu (9/11/2011) dini hari.

Kelima rumah korban tanah longsor di RT 18/RW 05 adalah milik Kamsiono, Jamin, Yadi, Eko, dan Kasiman. Kerusakan terparah terjadi di rumah Kamsiono, nyaris seluruh bangunan tempat tinggalnya hancur tertimpa puluhan kubik tanah dari tebing di belakang rumahnya.

Sementara empat rumah lain hanya mengalami rusak sedang. "Ada lima rumah rusak tertimpa longsor, satu rusak parah, empat rusak ringan," ujar Kepala Sub Seksi Penanggulangan Bencana Kabupaten Malang Muji Utomo ditemui wartawan di Pendopo Kabupaten Malang Jalan Kyai Agus Salim, Kota Malang.

Ia mengaku, bencana tanah longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Malang sejak Selasa (8/11/2011) sore. Tebing yang longsor berada persis di belakang pemukiman warga, hingga menimpa kelima rumah warga. "Tanah di tebing curam yang menjadi pemukiman penduduk tersebut merekah, dan terjadi longsor," aku dia.

Ia menambahkan, selain tanah longsor, banjir juga menggenangi jalan desa setinggi bawah lutut orang dewasa, dan meluas pada sebagian kawasan di desa lainnya yakni Pujiharjo di kecamatan yang sama. "Juga ada banjir selutut orang dewasa," imbuh dia.

Banjir menggenangi jalan desa serta pemukiman warga itu, kata dia, akibat luapan Sungai Purwo yang melintasi Desa Purwodadi dan Pujiharjo. Setiap kali hujan deras turun sungai besar itu kerapkali meluap hingga terjadi banjir. "Banjir karena luapan Sungai Purwo," jelas dia.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui jelas berapa rumah yang terkena banjir. Menurutnya, banjir sendiri tidak parah karena air yang masuk ke rumah-rumah warga tidak sampai membahayakan keselamatan penghuninya. "Jumlahnya masih kita data," urai Muji Utomo.

Kejadian ini, lanjut dia, sempat membuat warga panik karena takut terjadi banjir besar serta bencana tanah longsor susulan, mengingat hujan deras diperkirakan tetap mengguyur wilayah itu.

"Kini bersama warga kita gotong royong membersihkan material terbawa banjir dan longsor, serta mengirim logistik untuk korban bencana," tandasnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait