Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Sopir truk melaju dari arah selatan menyeberang di perlintasan rel. Padahal dari arah timur sedang meluncur sebuah KA Rajawali CC 2019207. Sementara tidak ada pintu perlintasan yang menjaga arus lalin sekitar rel.
Alhasil, truk muat sembako tertabrak KA hingga terseret kurang lebih 100 meter. Tak hanya itu, truk juga menghantam tiga warung kaki lima yang berdiri di sekitar Jalan Poros Surabaya-Lamongan.
Akibatnya, seorang kernet truk tewas. Dan lagi, sopir truk yang bernama Rustam warga Batang-Batang, Sumenep, Madura dan asisten kernet, Rasiban mengalami luka-luka.
"Padahal saya sudah mencoba menghentikan truk sambil melambaikan tangan. Tapi truk tetap nyelonong dan akhirnya tertabrak kereta," kata Sakur, salah satu penjaga pos perlintasan rel kereta kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/11/2011).
Saat ini, kedua korban luka dibawa ke RS Muhammadiyah Lamongan. Sementara korban tewas juga sedang dievakuasi menuju rumah sakit yang sama.
Menurut pantauan detiksurabaya.com, warga sekitar masih tetap mengerumuni lokasi kejadian. Muatan truk yang terdiri dari beras, gula, bawang putih masih berserakan di sepanjang lokasi kejadian.
Sementara beberapa personel dari Polres Lamongan sedang berusaha mencairkan lalu lintas. Sebab, kemacetan sepanjang 2 Km tak bisa dihindari. Apalagi, di dekat lokasi kejadian terdapat kampus Unisda (Univ Darul Ulum) Lamongan yang mahasiswanya juga ikut bergerombol memenuhi lokasi sekitar Stasiun Sumlaran.
(fat/fat)











































