Korban luka bakar yakni Qurrotul A'yun (30), istri Basyir (35), pemilik ruko. Ia langsung dilarikan ke puskesmas terdekat dengan mobil pick up untuk mendapatkan perawatan. Akibat kebakaran itu, hampir seluruh ruko dan isinya ludes terbakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian. Puluhan warga dan petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Pasuruan bahu-membahu memadamkan api.
Tampak warga dengan peralatan gayung dan alat-alat rumah tangga lainnya mengambil air dari kamar mandi masing-masing untuk memadamkan api. Belum diketahui penyebab kebakaran di ruko yang menjual elpiji dan bensin eceran itu.
Namun dari keterangan yang dikumpulkan di lokasi, kebakaran diduga berawal dari hubungan arus pendek listrik dari mesin jahit.
"Nggak tahu pasti, mungkin dari listrik mesin jahit yang menyambar bensin," kata Ismail, tetangga korban yang membantu memadamkan api.
Sementara Basyir, pemilik rumah sendiri belum bisa dimintai keterangan. Saat wartawan menemuinya di Puskesmas Poh Tjentrek ia masih sibuk menunggui istrinya yang dirawat.
Dari pantauan wartawan, tampak Qurrotul A'yun, istrinya terus saja menangis saat petugas medis memberikan perawatan pada lukanya. "Udah mas, keluar dulu mas, sedang dirawat," kata seorang petugas medis.
(fat/fat)











































