Rumah Wartawan Jtv Diobok-obok Maling

Rumah Wartawan Jtv Diobok-obok Maling

- detikNews
Kamis, 03 Nov 2011 15:19 WIB
Rumah Wartawan Jtv Diobok-obok Maling
Banyuwangi - Dalam kurun waktu satu malam, wilayah hukum Polsek Cluring, Banyuwangi, diobok-obok pelaku kejahatan. Tiga rumah warga di Dusun Sumberjeruk Desa Taman Agung, menjadi korban. Satu satunya rumah M. Iqbal (34), wartawan Jtv.

Iqbal mengatakan, pelaku diduga masuk ke rumah melalui jendela depan. Setelah berhasil masuk, penjahat langsung membongkar isi lemari dan laci lain untuk mencari barang berharga.

Diketahui, ada tiga unit HP dan uang tunai Rp 900 ribu yang hilang. Tiga HP tersebut milik Iqbal, Dian istrinya dan anak korban. Kamera yang biasa dipergunakan Iqbal sempat dibawa kabur pula.

"Kameranya ditemukan anak tetangga di kebun, sekitar 500 meter dari sini. Sayangnya sudah rusak berat," sesal Iqbal kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (3/11/2011).

Pelaku diduga beraksi cukup lama di rumah Iqbal. Itu terlihat dari sejumlah barang yang sudah berpindah dari tempatnya. Bahkan pelaku masuk ke kamar tempat Iqbal istirahat malam itu.

"Clurit yang saya taruh dibantal juga diambil," sambungnya.

Pelaku melarikan diri pukul 02.15 WIB, setelah Dian, istri Iqbal terbangun dari tidurnya. Malam itu, Dian tidur bersama anaknya di kamar lain. Saat terbangun, Dian kaget karena d isebelah sudah berdiri seorang yang tidak dikenalnya.

"Saya kaget, saya kira Mas Iqbal ternyata orang lain. Saya langsung teriak-teriak sambil nangis," jelas Dian.

Ternyata sebelum ke rumah Iqbal, perampok terlebih dahulu mengobok-obok rumah Imam Damiri, orang tua Iqbal. Di sana, pelaku menggasak uang Rp 2,9 juta dan tiga HP.

"Masuk lewat pintu belakang, saya tahunya setelah anak saya teriak-teriak itu," kata Imam.

Yang lebih membuat geregetan, setelah pelaku kabur dari rumah Iqbal, ia justru kembali beraksi lagi. Kali ini rumah Haji Hanif yang digarong. Uang tunai dan sebuah STNK sepeda motor Yamaha Vixion diembat.

"Jam 03.00 WIB, pelaku masuk kerumah Pak Hanif," tandas Imam lagi.

Total kerugian yang diderita semua korban sekitar Rp 30 juta. Warga mengatakan, di desanya kerap manjadi korban aksi kejahatan. Kurun waktu 3 bulan terakhir, sedikitnya ada sejumlah kasus yang terjadi.

Dan semua kasus tidak pernah terungkap meski sudah dilaporkan ke polisi. "Kita menjadi resah dan marah," kata seorang warga di rumah Iqbal.

(fat/fat)
Berita Terkait