Dua Anak Guru Ngaji yang Ditembak Polisi Dapat Beasiswa

Dua Anak Guru Ngaji yang Ditembak Polisi Dapat Beasiswa

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2011 18:57 WIB
Dua Anak Guru Ngaji yang Ditembak Polisi Dapat Beasiswa
Sidoarjo - Tewasnya guru ngaji Riyadhus Sholihin di tangan polisi membuat prihatin anggota DPR RI Imam Nahrawi. Anggota DPR dari PKB ini memberikan beasiswa untuk kedua anak korban penembakan Briptu Eko tersebut.

Pemberian beasiswa dari Imam Nahrawi setidaknya melegakan hati keluarga korban sedang menyiapkan tahlil dan doa bersama di kediaman korban di Dusun Kauman, Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

"Ini merupakan rasa kekeluargaan saya. Supaya kedua anak Riyadhus dapat melanjutkan sekolah, saya memberikan bea siswa kedua anak korban sampai ke jenjang perguruan tinggi," kata Imam Nahrowi saat berkunjung ke kediaman Riyadhus Sholihin, Rabu (2/11/2011).

Sambil merangkul anak pertama korban, Imam terlihat menguatkan istri dan keluarga alm Riyadhus. Kedua anaknya yakni Muhimatul Latuipul Makhrifah (11)yang masih duduk di kelas 6 SD dan Ahmad Nurfaijil Maulidi (7) kelas 1 Sekolah Dasar juga terlihat sumringah mendapat perhatian dan bantuan.

Imam mengatakan, Almarhun Riyadhi Solikhin merupakan satu-satunya tulang punggung ekonomi keluarga. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya, Riyadhus rela menjalani profesi sebagai sopir antar-jemput karyawan pabrik PT Ecco. Sementara saat pagi korban juga bekerja dengan berjualan tempe untuk mencari uang tambahan keperluan keluarganya.

Maka, lanjut Imam, aparat kepolisian harus bertindak cepat mengusut tuntas kasus ini. Selain itu, proses hukumnya juga tidak boleh ditutup-tutupi. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian harus bertindak seadil-adilnya.

"Pembentukan tim pencari fakta sebaiknya melibatkan organisasi yang ada di Sidoarjo seperti Anshor, NU, atau kalau perlu PKB," terangnya.

Menurut pantauan detiksurabaya.com, istri korban, Maysaroh (32) sempat terkulai lemas saat melihat Ketua DPW PKB Jatim menyempatkan waktu berkunjung ke rumahnya. Maysaroh terkejut dan menangis ketika Imam Nahrowi memasuki ruang keluarga dan disambut kakak ipar korban, H Kusnan.

(bdh/bdh)
Berita Terkait