Dari pantauan detiksurabaya.com, sebelum menggelar salat gaib, mereka datang dengan memakai seragam ini langsung menuju ruangan Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho. Karena masih dalam tugas, mereka akhirnya ditemui oleh Wakapolres Kompol Yandri Irsan.
Dalam pertemuan ini, GP Ansor meminta agar polisi bertindak cepat menangani kasus yang menimpa sahabat mereka, Riyadus Sholihin yang tewas tertembak Briptu Eko, anggota Polres Sidoarjo. Selain itu, mereka juga meminta agar pertemuan ini disampaikan ke Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko.
"Kita ke sini meminta agar kasus ini diselesaikan secara tegas dan terbuka. Selain itu, jangan sampai terulang lagi. Polri seharusnya mengayomi," kata Ketua GP Anshor Kabupaten Mojokerto, Saiful Amin kepada wartawan di sela-sela pertemuan.
Setelah pertemuan ini, mereka langsung menuju halaman Mapolres untuk melakukan salat gaib yang ditujukan kepada Riyadhus Sholihin. Tak hanya anggota GP Ansor dan Banser, beberapa anggota polisi juga turut mengikuti salat gaib ini.
Dalam salat ini, mereka berdoa agar Polri dan warga NU dijauhkan dari perbuatan yang mencoreng nama baik organisasi. "Semoga dalam pertemuan ini tadi membawa hasil positif polisi dan masyarakat. Kita berdoa agar polisi bisa bekerja sesuai jalur hukum," pungkas Amin.
(bdh/bdh)










































