Napi Lapas Lowokwaru Ditemukan Gantung Diri

Napi Lapas Lowokwaru Ditemukan Gantung Diri

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2011 14:54 WIB
Malang - Suasana Lapas Kelas I Lowokwaru Kota Malang, mendadak geger, Rabu (2/11/2011) siang. Seorang napi bernama Moch Sholeh alias Tigor (20), menghuni kamar 12 ditemukan tak bernyawa dengan leher terlilit sarung.

Diduga kuat warga Dusun Gondowangi Desa Wiloso Kecamatan Wagir ini tewas gantung diri. Peristiwa tragis dilakukan napi kasus perampokan Puskesmas Pembantu Mulyorejo, Kota Malang, ini pertama diketahui sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat itu 7 penghuni kamar selesai menunaikan sholat dhuhur. Rekan sekamar korban mengetahui kejadian itu langsung melaporkan kepada petugas lapas.

"Diketahui pukul 11.30 WIB saat napi selesai melaksanakan sholat dhuhur," ujar Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Lowokwaru Ali Musthofa kepada wartawan di lokasi.

Ali mengungkapkan, korban tewas dengan gantung diri menggunakan sarung mengikat bagian leher, sisa kain sarung kemudian diikat di jeruji sel kamar. "Gantung diri pakai sarung," ungkap Ali.

Menurutnya, kejadian ini sangat mengejutkan, karena pagi tadi korban masih terlihat mengikuti kegiatan rutin penghuni lapas. Selain itu tak diketahui korban mengalami masalah serius.

Namun, lanjut dia, menginjak solat dhuhur, korban memaksa 7 rekan sekamarnya segera berangkat menuju masjid. Hal itu diduga kuat agar rencana korban dapat berjalan lancar. "Saat kamar sepi, korban bunuh diri," tegas dia.

Sebelum meninggal secara tragis korban sempat berpesan ke sesama pelaku perampokan. Pesan itu ditulis di dinding kamar berisi: Mengunjungi sanak keluarganya di rumah, jika telah usai menjalani vonis hukuman penjara.

"Ada pesan ditulis di dinding untuk rekannya, agar menjenguk keluarga korban setelah bebas," beber Ali.

Selain itu, korban juga menulis sebuah surat wasiat yang kini tengah diamankan petugas untuk diselidiki. "Juga ada surat wasiat yang diamankan polisi," imbuh Ali.

Ali menambahkan, jika korban merupakan residivis kasus kriminalitas dan mulai menjalani tahanan sejak 18 Oktober 2011 lalu. Guna proses penyelidikan jasad korban dibawa ke RSSA Malang untuk menjalani otopsi.

Kasus bunuh diri napi Kelas I Lowokwaru bukan yang pertama kali. Akhir tahun 2010 seorang napi juga ditemukan gantung diri di tempat wudlu masjid lapas. Dia adalah Poniran (60) warga Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan, yang tersandung kasus KDRT hingga divonis hukuman penjara selama 3 bulan 15 hari.

(fat/fat)
Berita Terkait