"Awalnya seorang siswi yang habis ganti pakaian mendadak pingsan dan berteriak-teriak," ujar Ari Iryanto, Wakasek Bidang Sarana Prasarana dan Sumberdaya dihubungi detiksurabaya.com.
Ari menuturkan, peristiwa yang terjadi usai para siswa selesai membaca doa menjelang pelajaran itu, membuat seisi kelas panik. Para murid yang kebanyakan perempuan semburat keluar kelas saat mengetahui seorang rekannya kesurupan.
Ternyata, kekacauan tak terhenti disitu. Hanya selang beberapa menit dari peristiwa pertama, kejadian yang sama juga menimpa beberapa siswi lain. Bahkan siswa yang berada di kelas sebelah juga terkena imbas.
"Jumlahnya antara 8 hingga 10 orang, semuanya perempuan. Mereka dari Kelas 10 Tata Boga dan Busana Butik," tambah pria berkacamata itu.
Pasca peristiwa kesurupan massal, pihak sekolah langsung mendatangkan seorang ustadz. Selanjutnya, para siswi yang masih dalam kondisi tak sadarkan diri langsung diruqyah di ruang perpustakaan. Sedangkan para siswa perempuan lainnya dipulangkan.
"Untuk menjaga situasi tetap kondusif, siswa perempuan kita pulangkan. Pesan pak ustadz memang begitu," tambah Ari.
Ari mengatakan, peristiwa menghebohkan ini bukan pertama kalinya terjadi. Sekitar seminggu yang lalu kejadian yang sama juga menimpa sejumlah siswi. Beberapa diantaranya kembali kambuh hari ini.
Hingga saat ini masih berlangsung pertemuan antara pihak sekolah dengan Ustadz Asep yang sengaja didatangkan untuk mengatasi hal tersebut. Ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya kasus yang sama di kemudian hari.
(bdh/bdh)










































