Untuk mengantisipasi, warga melakukan ronda malam hari di lingkungannya. Penjagaan tersebut dilakukan lepas dini hari. Karena anjing yang diduga jadi-jadian tersebut kerap menampakkan diri di waktu tersebut.
"Kami jadi resah, anjingnya masih bergentayangan," keluh Marli (43), warga setempat, kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (1/11/2011).
Dari catatan warga, ada belasan ayam milik tiga warga yang menjadi korban. Diantaranya, 7 ayam kampung milik Yuni (38). 4 Ayam milik Samsu (60) dan 3 ayam milik Darso (32).
Dibangkai ayam ditemukan lubang bekas gigitan mirip gigitan hewan bertaring. Luka itu ada di leher dan lipatan paha ayam. Darah ayam juga diketahui habis, serta jeroan ayam hilang.
"Darahnya tidak ada, ada luka bekas gigitan," jelas Yuni.
Fenomena serupa pernah terjadi di Banyuwangi beberapa waktu lalu. Tepatnya di Dusun Kapelakan dan Dusun Krajan Desa Mangir Kecamatan Rogojampi. Bedanya, anjing jadi-jadian saat itu memangsa domba berwarna putih.
Warga menduga anjing jadi-jadian itu adalah praktek ilmu hitam. Tujuannya untuk pesugihan atau mencari kekayaan dengan cara 'konspirasi' dengan makhluk halus. Tokoh agama menyerukan, agar warga tetap tenang dan melakukan pencegahan dengan cara pendekatan agama.
"Antisipasi dengan bangun malam untuk shalat dan doa. Karena bisa jadi kejadian itu adalah praktek sihir," himbau Ustadz Imam Mashuri, tokoh agama dusun setempat di rumahnya.
(fat/fat)










































