KontraS: Harus Dilakukan Penyelidikan Secara Transparan dan Profesional

Guru Ngaji Tewas Ditembak

KontraS: Harus Dilakukan Penyelidikan Secara Transparan dan Profesional

- detikNews
Senin, 31 Okt 2011 19:16 WIB
Surabaya - Tewasnya Riyadus Sholihin (30), seorang guru ngaji di Sidoarjo oleh oknum anggota reskrim Polres Sidoarjo mendapat kecaman dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Untuk itu, KontraS meminta polisi melakukan penyelidikan secara transparan, akuntabel dan profesional.

"Keenam oknum sudah melanggar HAM baik nasional maupun internasional serta undang-undang kepolisian sendiri," kata koordinator KontraS Surabaya Andy Irfan kepada detiksurabaya.com, Senin (31/10/2011).

Selain itu, Andy juga menganggap jika penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap korban merupakan sebuah pembunuhan. "Ini sebuah bentuk arogansi. Ini merupakan bentuk pembunuhan, bukan kelalaian yang mengakibatkan nyawa orang lain melayang," tegasnya.

Pihaknya juga mendesak kepada kepolisan untuk rendah hati, meminta maaf dan mengakui kesalahan anggotanya yang brutal. "Kapolda harus rendah hati meminta maaf kepada masyarakat dan keluarga korban. Mungkin ini bisa mengobati luka bagi keluarga yang ditinggalkan maupun bagi masyarakat yang sudah gemas dengan aksi para oknum polisi yang seperti koboi," imbuhnya.

Andy juga menganggap seluruh oknum polisi yang terlibat dalam tewasnya Riydhus Solikhin dianggap tidak layak lagi menjadi seorang pengayom masyarakat.

"Semuanya tidak layak. Harusnya langkah yang diambil pertama adalah memberhentikan secara tidak hormat terlebih dahulu, lalu kasusnya diselidiki dan dihukum secara pidana bukan secara kode etik kepolisian," tegas Andy.

Bahkan pihaknya akan berencana akan menggugat institusi kepolisian atas kasus penembakan yang terjadi di Sidoarjo. "Dengan atau tidak tanpa kuasa, kita akan menggugat polisi atas kasus ini. Karena bukan hanya kasus ini saja, tapi kejadian serupa sudah berulang kali terjadi," pungkasnya.


(bdh/bdh)
Berita Terkait