Warga nekat memblokir jalan karena menuntut pertanggungjawaban polisi atas tewasnya Riyadhus Sholihin, seorang guru ngaji.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, Senin (31/10/2011), saat ini warga memilih berkonsentrasi di sekitar Taman Pinang, yang lakasinya tidak jauh dari Cafe Ponti, tempat yang diduga digunakan pesta minuman keras oleh Briptu Eko.
Sebelum memblokir Jalan Ahamd Yani, ribuan warga ini terlebih dulu melakukan longmarch menuju kantor DPRD Sidoarjo. Namun, di rumah rakyat ini, mereka harus menelan kekecewaan karena tidak diperbolehkan masuk saat akan menyampaikan aspirasinya terkait penembakan guru ngaji, Riyadhus Solikhin (29) oleh oknum anggota reskrim Polres Sidoarjo, tidak diperbolehkan masuk.
Karena pintu pagar tertutup dan dijaga puluhan polisi dari Polres Sidoarjo, akhirnya warga bergerak ke pendopo kabupaten. Sebelumnya, warga juga menggelar aksi teatrikal yang menceritakan kekejaman seorang anggota polisi terhadap warga.
Seperti diberitakan, Riyadhus Sholihin, seorang guru ngaji tewas ditembak oknum anggota Reskrim Polres Sidoarjo, usai menyerempet seorang polisi di depan GOR Delta Sidoarjo, pada Jumat (28/10/2011) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
(bdh/bdh)










































