Mereka yakni, Khusnul (14), Lusi (14), Fitriyogi (14), Silvi (13), Safitri (13) dan Sifa Karomah (14). Semuanya adalah siswa kelas XII di SMP swasta milik Nahdlatur Ulama (NU).
"Penyebabnya apa belum jelas, tapi mereka keracunan seusai menyantap cilot (pentol) goreng," jelas Gatot Suroso (48), Wakil Kepala Sekolah SMP Wali Songo, kepada detiksurabaya.com, Senin (31/10/2011).
Kejadian itu, lanjut dia, baru diketahui setelah para siswa silih berganti datang ke kantor. Mereka meminta obat sakit perut. Bahkan dua diantara siswa yang keracunan langsung pingsan.
"Mereka sakit perut, muntah-muntah dan BAB," tambahnya.
Melihat ada yang tidak beres, pihak sekolah langsung memberikan pertolongan pertama. Para siswa yang keracunan langsung diminumi obat oralit. Selanjutnya dibawa ke puskesmas terdekat untuk dirawat.
Sebenarnya ada 9 siswa yang mengkonsumsi pentol goreng. Namun tiga diantaranya memakannya tanpa memakai saus sambal. Tiga siswa itu tidak turut keracunan.
"Yang enam siswa ini pakai saus sambal," urai Gatot.
Namun setelah beberapa lama di puskesmas, akhirnya kondisi kesehatan para siswa kembali pulih. Mereka diizinkan pulang kerumah masing-masing. Pihak sekolah menghimbau pada siswa agar berhati-hati dalam memilih jajanan.
Peristiwa ini sendiri dalam penyelidikan Polsek Sempu. Sayangnya, penjual pentol goreng yang diketahui bernama Slamet, sudah meninggalkan lokasi. Sebab itu, polisi kesulitan untuk mencari sample makanan untuk mencari asal muasal keracunan.
"Penjual pentolnya sudah pergi, jadi sample makanan belum kita dapat," jelas Kapolsek Sempu, AKP Toha Choiri.
(fat/fat)











































