Karena pintu pagar tertutup dan dijaga puluhan polisi dari Polres Sidoarjo, akhirnya warga bergerak ke pendopo kabupaten. Sebelumnya, warga juga menggelar aksi teatrikal yang menceritakan kekejaman seorang anggota polisi terhadap warga.
Setelah itu warga bergerak menuju ke pendopo. Namun hasilnya sama, karena polisi berjaga di dalam pagar. Warga pun akhirnya menuju ke Polres Sidoarjo Jalan Kombes M Duriyat.
Hingga pukul 14.30 WIB, warga yang berniat masuk ke kompleks polres dihalang-halangi dengan pagar berduri dan blokade pasukan.
"Kami minta oknum Polres Sidoarjo yakni Briptu Eko diberi sanksi seberat-beratnya dan meminta Kapolda Jatim meminta maaf kepada warga baik melalui media cetak dan elektronik," kata Koordinator Warga Sepande, Sunaryo (41) kepada wartawan di lokasi, Senin (31/10/2011).
Beberapa saat kemudian, pihak kepolisian akhirnya memperbolehkan 8 perwakilan warga masuk ke Polres Sidoarjo untuk mediasi. Sedangkan warga membubarkan diri menuju ke sebuah cafe yang diduga sering digunakan Briptu Eko untuk mabuk.
Seperti yang diberitakan, Riyadhus Sholihin tewas ditembak oknum anggota Reskrim Polres Sidoarjo, usai menyerempet seorang polisi di depan GOR Delta Sidoarjo, pada Jumat (28/10/2011) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
(fat/fat)










































