Belasan Rumah di Mojokerto Rusak Diterjang Puting Beliung

Belasan Rumah di Mojokerto Rusak Diterjang Puting Beliung

- detikNews
Minggu, 30 Okt 2011 17:46 WIB
Belasan Rumah di Mojokerto Rusak Diterjang Puting Beliung
Mojokerto - Hujan deras disertai angin puting beliung selama satu jam, merusak belasan rumah di Desa Gembongan, Kecamatan Gedeng, Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, atap rumah warga juga tertimpa pohon yang bertumbangan, Minggu (30/10/2011).

Dari pantauan detiksurabaya.com, puluhan pohon yang berada di sepanjang jalan Raya Gedeg sepanjang 1 Km ini, tepatnya di Desa Gembongan, roboh diterjang angin. Bahkan, beberapa teras rumah warga juga tertimpa pohon.

Imron (42), salah satu warga setempat menceritakan, saat hujan turun dia dan keluarganya sedang berada dalam rumah. Saat angin tiba-tiba datang dari arah timur dengan kencang, dia lantas mengintip keluar rumah dan melihat pohon-pohon roboh.

Karena takut pepohonan menimpa rumahnya, Imron dan keluarganya memilih keluar rumah. Karena panik melihat angin bertiup sangat kencang ini, akhirnya dirinya meneriakkan takbir dan beberapa tetangganya juga menirukannya.

"Para tetangga sempat teriak Allahu Akbar, beberapa kali. Untung hanya teras rumah yang kerobohan," katanya saat ditemui detiksurabaya.com di sela-sela membenahi atap.

Tak hanya itu, belasan rumah juga rusak akibat diterjang angin puting beliung ini. Atap-atap rumah saat itu terlihat beterbangan dan berjatuhan. Data yang diperoleh dari warga, sebanyak 14 rumah atapnya rusak dan 3 rumah tertimpa pohon.

Hingga kini, warga Gembongan dan beberapa pegawai PG Gempolkrep juga sibuk membenahi ranting-ranting pohon yang berjatuhan. Atap rumah dan dinding yang terbuat dari bambu juga mulai dibenahi.

Warga juga masih trauma dengan hujan angin yang baru terjadi setelah beberapa bulan tak ada hujan ini. Jika hujan lebat disertai angin datang lagi, warga memutuskan untuk keluar rumah karena takut rumahnya roboh.

"Trauma juga. Tapi mulai saat ini jika ada hujan, kita mending keluar rumah saja. Ngeri sekali anginnya," pungkas Imron.

(bdh/bdh)
Berita Terkait