Keterangan yang dihimpun menyebutkan, aksi penganiayaan itu terjadi saat korban akan menunaikan sholat subuh di masjid tak jauh dari tempat tinggalnya.
Pelaku langsung menghadang Siar yang juga sebagai imam di masjid di tengah jalan. Tanpa banyak kata pelaku membabi buta memukuli korban dengan sebatang besi, hingga dua jari tangannya putus.
Beruntung saat kebrutalan pelaku, korban mendapat bantuan dari Sugiono, Ketua RT setempat saat kebetulan melintas di lokasi. Ketua RT langsung melerai perkelahian tak berimbang tersebut.
"Untungnya ada Pak RT, hingga saya bisa lolos dari amukan pelaku," kata Siar saat dirawat di RSUD Kanjuruhan Jalan Panji.
Dia menduga peristiwa itu buntut dari kisah pahit hubungannya dengan pelaku tahun 2008 silam. Dirinya pernah diancam dengan dijebak agar membayar uang senilai Rp 100 juta, bila tak menuruti pelaku tak segan menghabisi nyawanya.
Siar menambahkan, penganiayaan menimpanya sudah ketiga kalinya, hal ini karena pelaku ingin memeras harta yang dimilikinya.
Sugiono Ketua RT setempat mengungkapkan, perilaku buruk pelaku pernah menjadi sorotan masyarakat yang dianggap meresahkan keamanan kampung.
"Segala tingkah laku pelaku, tak ada yang berani melerainya," ujar Sugiono secara terpisah.
Sugiono menambahkan keluarga korban juga sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi, dengan harapan Tamin dapat dibekuk untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Kasus ini sudah kita laporkan ke polisi, semoga cepat ditangkap," imbuh dia.
Sementara Kapolsek Gedangan AKP Z.D Patti menegaskan, jika pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang memilih kabur usai menganiaya korban. "Masih kita lakukan pengejaran," ujar Patti.
(fat/fat)











































