Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, Iwan sebelumnya ikut berdiri di barisan upacara yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Malang. Namun, beberapa menit sebelum upacara dimulai, warga Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, ini memilih keluar dari barisan dan menuju mobil ambulance milik PMI Kabupaten Malang yang ada di lokasi.
"Waktu upacara dimulai, korban minggir dan istirahat di mobil ambulance kami. Saat itu kondisinya baik-baik saja, hanya kondisi staminanya turun," ujar Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Malang Amirul Yasin kepada wartawan di lokasi.
Yasin menambahkan, setelah upacara selesai korban mengaku kepala pusing, sehingga dibawa ke klinik kesehatan milik Pemkab Malang. "Katanya pusing dan kami bawa ke klinik," imbuh dia.
Yasin mengaku, saat di dalam klinik korban terlihat bugar kembali dan sempat meminum teh hangat yang diberikan petugas medis. Saat itu, keluhan korban sebelumnya seperti hilang. Bahkan korban sempat bersendau gurau bersama rekan-rekannya yang ikut mendampingi. "Tadi sempat bergurau sambil minum teh. Melihat itu saya kemudian pamit pulang," urai Yasin menceritakan.
Kabar buruk kemudian menghampiri Yasin sekitar pukul 11.30 WIB, bahwa korban meninggal dunia setelah mengalami kejang-kejang. "Katanya habis guyon kejang-kejang dan meninggal," tutur Yasin.
Ia menduga korban mengalami kondisi buruk sebelumnya, sehingga tak dapat disembuhkan meskipun terlihat staminanya menurun. "Kayaknya sakit jantung," beber dia. Sore ini rencananya jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
(bdh/bdh)











































