Terang saja, semburan gas dari sumur bor milik Khoiri ini membuat warga khawatir. Awalnya, sumur bor yang dibuat di areal persawahan ini akan dipakai untuk pengairan di sawahnya.
Khoiri kepada wartawan, Rabu (26/10/2011) mengatakan, sumur bor tersebut dibuat 3 hari lalu. Namun, setelah dilakukan pengeboran sedalam 13 meter dari 30 meter yang direncanakan, ternyata bukan air yang keluar melainkan gas berbau menyengat dibarengi lumpur berwarna hitam kecoklatan.
"Selain berbau, gasnya juga sangat mudah terbakar," jelasnya.
Penasaran dengan bau tersebut, lanjut Khoiri, dirinya kemudian mencoba menyulut sumur bornya dengan api. Dan seketika itu api langsung menyala. "Setelah disulut api langsung menyala," ungkapnya.
Selain membuat geger warga, keberadaan sumur bor yang mengeluarkan gas mudah terbakar ini sontak menjadi tontonan warga. Bukan saja orang dewasa, tetapi anak-anak SD yang sekolahnya tidak jauh dari sumur bor tersebut ternyata juga langsung menyerbu untuk melihat langsung semburan gas ini.
Akibat munculnya gas dari sumur bornya ini, Khoiri akhirnya mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pengeboran dan menutupnya dengan terpal.
Warga berharap, agar keberadaan sumur bor yang menggemparkan warga tersebut mendapatkan perhatian pemerintah setempat dengan datang untuk meneliti sumur bor tersebut.
"Agar pemerintah bisa meneliti apakah sumur tersebut berbahaya atau tidak mengingat lokasi sumur yang dekat dengan pemukiman warga," pinta Khoiri.
(bdh/bdh)










































