Sumur Bor Milik Warga Lamongan Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Sumur Bor Milik Warga Lamongan Keluarkan Gas Mudah Terbakar

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2011 10:57 WIB
Sumur Bor Milik Warga Lamongan Keluarkan Gas Mudah Terbakar
Lamongan - Sumur bor milik warga Dusun Klari, Desa Gedongboyo, Kecamatan Turi, Lamongan membuat geger masyarakat setempat. Pasalnya, sumur yang berada di areal persawahan itu mengeluarkan semburan gas yang mudah terbakar.

Terang saja, semburan gas dari sumur bor milik Khoiri ini membuat warga khawatir. Awalnya, sumur bor yang dibuat di areal persawahan ini akan dipakai untuk pengairan di sawahnya.

Khoiri kepada wartawan, Rabu (26/10/2011) mengatakan, sumur bor tersebut dibuat 3 hari lalu. Namun, setelah dilakukan pengeboran sedalam 13 meter dari 30 meter yang direncanakan, ternyata bukan air yang keluar melainkan gas berbau menyengat dibarengi lumpur berwarna hitam kecoklatan.

"Selain berbau, gasnya juga sangat mudah terbakar," jelasnya.

Penasaran dengan bau tersebut, lanjut Khoiri, dirinya kemudian mencoba menyulut sumur bornya dengan api. Dan seketika itu api langsung menyala. "Setelah disulut api langsung menyala," ungkapnya.

Selain membuat geger warga, keberadaan sumur bor yang mengeluarkan gas mudah terbakar ini sontak menjadi tontonan warga. Bukan saja orang dewasa, tetapi anak-anak SD yang sekolahnya tidak jauh dari sumur bor tersebut ternyata juga langsung menyerbu untuk melihat langsung semburan gas ini.

Akibat munculnya gas dari sumur bornya ini, Khoiri akhirnya mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pengeboran dan menutupnya dengan terpal.

Warga berharap, agar keberadaan sumur bor yang menggemparkan warga tersebut mendapatkan perhatian pemerintah setempat dengan datang untuk meneliti sumur bor tersebut.

"Agar pemerintah bisa meneliti apakah sumur tersebut berbahaya atau tidak mengingat lokasi sumur yang dekat dengan pemukiman warga," pinta Khoiri.


(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini