Ke-10 calhaj mutasian yang tertinggal rombongan yakni Aspan, Khotim, Mustofa, Sya'roni, Baijuri, Sulhal, Tohari, Ulya, Rusdi, Suliha.
Mereka terlambat 20 menit sesudah semua jamaah diberangkatkan langsung Walikota Pasuruan Hasani. Sya'roni, salah satu calhaj yang tertinggal mengatakan keterlambatan semua rombongannya terjebak kemacetan di Pertigaan Ngopak.
"Kami sudah berangkat habis sholat subuh, tapi kami terjebak macet di Ngopak," kata pria yang juga Ketua Regu dari Kloter 72 yang asal Kecamatan Lekok saat berbincang dengan detiksurabaya.com di lokasi.
Saat ditanya apakah dirinya tidak mengkoordinasi kemacetan di Pertigaan Ngopak dengan Ketua Rombongan maupun KBIH Makkah-Madinah, tempat mereka mendaftar, Sya'roni hanya diam dan tidak menjawabnya.
Ia hanya tampak sibuk menenangkan teman-temannya yang tidak kuasa menahan tangis karena tertinggal. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui nasib calhaj yang tertinggal.
Konfirmasi dari Kemenag Kota Pasuruan maupun dari KBIH Makkah-Madinah belum bisa didapatkan. Saat dihubungi, telepon seluler Kepala Kemenag Kota Pasuruan, Makmur Salim tidak mendapat jawaban.
Dari informasi yang dihimpun, calhaj asal Kota Pasuruan berjumlah 477 orang. Terdiri dari 257 asal Kota dan 187 mutasi dari Kabupaten, terbagi dalam 2 kloter, 72 dan 74. Sesuai jadwal, kloter 72 akan berangkat ke tanah suci pada pukul 23.00 WIB, Rabu (26/10/2011) sementara kloter 74 berangkat pada pukul 03.00 WIB, Kamis (27/10/2011).
(gik/fat)










































