DPRD Kabupaten Kediri Minta Program Pemberian Susu Dievaluasi

DPRD Kabupaten Kediri Minta Program Pemberian Susu Dievaluasi

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 18:03 WIB
Kediri - Komisi D mencatat telah terjadi 4 kali kasus keracunan yang menimpa pelajar SD di Kabupaten Kediri. Untuk itu, DPRD Kabupaten Kediri mendesak agar program pemberian susu Jenius itu dievaluasi.

Dari data yang dihimpun anggota dewan, akibat program susu bantuan pemkab, telah terjadi keracunan sejak tahun 2007. Keracunan itu diantaranya menimpa ratusan siswa SD Tiron Kecamatan Banyakan dan tahun ini terjadi 3 kali keracunan massal di SD wilayah Kecamatan Puncu.

Abdul Hasyim, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kediri, mengatakan. akibat kejadian ini, harus ada evaluasi terkait program tersebut karena telah memakan banyak korban siswa keracunan dengan produk susu yang sama.

Hasyim menambahkan, informasi diperoleh DPRD, perusahaan susu Jenius adalah milik keluarga Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. Hal itu diduga menjadi penyebab mengapa program susu itu tetap diteruskan, meskipun telah memakan korban.

"Siapa pun pemiliknya harus mendapat sanksi tegas, meskipun susu Jenius milik presiden tetap harus diproses secara hukum," kata Hasyim usai rapat komisi kepada detiksurabaya.com, Selasa (25/10/2011).

Menanggapi pernyataan DPRD, Edi Purwanto Kabag Humas Pemkab Kediri menyatakan bahwa keracunan sebelumnya yang diduga akibat susu Jenius telah dilakukan uji laboratorium, dan hasilnya masih dinyatakan dalam kondisi aman diambang batas untuk dikonsumsi.

Edi malah mempertanyakan kenapa yang terjadi keracunan hanya di wilayah Desa Gadungan Kecamatan Puncu, sedangkan di Kecamatan Polsoklaten tidak terjadi apa-apa setelah siswa SD mengkonsumsi susu Jenius.

"Kemarin SD Gadungan empat, sekarang SD Gadungan 3, jangan-jangan minggu depan terjadi di SD Gadungan 2," ujar Edi Purwanto melalui telepon seluler kepada detiksurabaya.com.

Edi menambahkan, pemkab berencana akan menurunkan tim Lingkungan Hidup untuk meneliti penyebab dibalik keracunan tersebut.

(bdh/bdh)
Berita Terkait