Warga menganggap perwakilan pemkab dan BPLS yang hadir dalam pertemuan idak bisa mengupayakan ganti rugi yang diinginkan pengunjuk rasa. Perwakilan yang datang yakni Kepala Bakesbang Linmas Fauzi Iswandiari dan dari BPLS diwakili Sub Kapokja Bidang Sosial, Qhusnul.
"Beliau-beliau yang ke sini dari pemkab maupun BPLS, kita anggap tidak berkompeten dan sangat tidak memuaskan kami," kata koordiantor aksi, Imam Dhoakiri kepada detiksurabaya.com usai pertemuan, Senin (24/10/2011).
Buntunya pertemuan tersebut, warga tetap memblokir jalan alternatif dan mengancam akan melakukan hingga tiga hari ke depan. Jika dalam waktu yang sudah ditentukan tidak ada titik terang dari pemkab maupun BPLS, warga mengancam akan memblokir Jalan Raya Porong.
Sementara, perwakilan dari BPLS mengaku jika saat ini pihaknya sedang tidak mempunyai dana untuk melakukan ganti rugi gagal panen lahan pertanian warga akibat tanggul jebol.
"Saat ini kami tidak ada dana untuk masalah ganti rugi. Tapi kami akan berupaya dengan instansi terkait khususnya pemkab untuk mencari dana untuk memberikan ganti rugi kepada warga," kata Qhusnul dalam pertemuan dengan warga.
Lain halnya dengan Kepala Bakesbang Linmas, Fauzi iswandiari, perwakilan dari Pemkab Sidoarjo yang mengaku jika saat ini sudah mempunyai dana untuk memberikan ganti rugi kepada warga.
"Dananya sudah ada tapi kita menunggu dibentuknya Badan Perencana Bencana Daerah (BPBD)," ujarnya.
Tidak puasnya penjelasan tersebut membuat warga tetap meneruskan aksi pemblokiran dua titik jalan alternatif yang menghubungkan Pasuruan-Malang-Porong. Sedangkan pihak kepolisian juga terpantau masih bersiaga di sekitar lokasi.
(ze/fat)










































