Itu sebabnya, warga Madura lebih akrab dengan sebutan "Kerabben Gubeng" yang memiliki makna karapan sapi akbar. Sebuah ajang karapan puncak, setelah karapan tingkat kawedanan dan berlanjut ke tingkat kabupaten di Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Kabupaten Pamekasan.
"Sejak kerabben gubeng digelar sekitar tahun 1960-an, kami tak pernah melihat seorangpun Presiden yang menghadiri karapan puncak ini," kata H.Sahid, pemilik sapi kerap asal Ketapang, Sampang.
H. Sahid sejak tahun 1960 telah merawat sapi kerap menegaskan, dirinya tak pernah melihat sosok Presiden yang menyempatkan hadir saat "Kerapan Gubeng" di Stadion Raden Soenarto Pamekasan.
Menurut Sahid, kerabben gubeng naik kelas menjadi Kerapan Sapi Piala Presiden pada era 1980-an. "Persisnya saya sudah lupa. Tapi Piala Presiden diperebutkan pada era 80-an," kata Sahid, Senin (24/10/2011).
Karapan atau karapan sapi adalah satu istilah dalam bahasa Madura yang
digunakan untuk menamakan suatu perlombaan pacuan sapi. Ada dua pendapat mengenai asal usul nama karapan. Pendapat pertama mengatakan bahwa istilah "kerapan" berasal dari kata "kerap" atau "kirap" yang artinya "berangkat dan dilepas secara bersama-sama atau berbondong-bondong".
Sedangkan pendapat yang lain menyebutkan kata "kerapan" berasal dari bahasa Arab "kirabah" yang berarti "persahabatan". Namun lepas dari kedua pendapat itu, karapan adalah suatu atraksi lomba pacuan khusus bagi sapi jantan.
Karapan sapi yang menjadi ciri khas orang Madura ini, memiliki beragam event. Yakni, Kerap Keni (karapan kecil). Karapan jenis ini pesertanya hanya diikuti orang-orang yang berasal dari satu kecamatan atau kewedanaan saja. Dalam kategori ini jarak yang harus ditempuh hanya sepanjang 110 meter dan diikuti oleh sapi-sapi kecil yang belum terlatih.
Bagi sapi-sapi pemenang yang dapat mengikuti karapan yang lebih tinggi
lagi. Yakni di event Kerap Raja (kerapan besar) atau tingkat kabupaten. Lintasannya sekitar 120 meter.
Sebanyak 6 pasang sapi kerap pemenang papan atas dan papan bawah di tingkat kabupaten berhak bertanding di event puncak. Yakni, Karapan Sapi Karesidenan atau lebih akrab disebut "kerabben gubeng" dan kini jadi event Piala Presiden
"Di luar ketiga event itu, masih ada kerapan sapi onjangan yang digelar untuk memperingati hari besar agama. Dan kerapan jar-ajaran untuk melatih sapi," ujar Haji Sahid menutup perbincangan.
(fat/fat)











































