Karena bangunannya lapuk, dua siswa nyaris menjadi korban jika tidak diselamatkan oleh gurunya. Selain atap-atapnya sudah roboh, tembok-temboknya pun juga runtuh.
Seorang Wali Kelas SDN Karangrejo, Suharso menduga ambruknya dua ruang kelas tersebut akibat rapuhnya bangunan. Pasalnya, sejak dibangun pertama kali tahun 1978, baru sekali mendapat bantuan yakni tahun 2004 dan itupun hanya perbaikan plafon saja.
"Bangunan yang rusak dan hampir ambruk tersebut ada dua lokal yaitu ruang kelas 5 dan kelas 6," kata Suharso kepada wartawan, Senin (24/10/2011).
Suharso menjelaskan, gedung sekolah tersebut hampir ambruk dua kali yakni teras 3 ruang kelas dan disusul ruang kelas lainnya. "Paginya atap teras sekolah itu yang ambruk, kemudian siangnya ruang kelas tersebut," jelasnya.
Dia menuturkan, saat kejadian dua siswa nyaris menjadi korban tertimpa batu bata jika tidak segera mendapatkan pertolongan dari para guru. "Kejadiannya tiba-tiba saja atap gedung ambrol dan hampir menimpa dua siswa," ujarnya.
Meski begitu, pihak sekolah terus melanjutkan proses belajar mengajar di ruang tersebut. Pasalnya sudah tidak ada lagi ruangan yang tersedia bagi siswa untuk belajar.
"Kami berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan, agar siswa kelas 5 dan kelas 6 bisa belajar dengan aman dan tanpa gangguan," harap Suharso.
(fat/fat)











































