Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Sabtu (22/10/2011), penyerangan terhadap para penambang pasir di atas perahu ini, terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu warga yang mendapat informasi bahwa penambang pasir mekanik ini akan menyedot pasir di bantaran sungai Brantas di wilayah mereka.
Mendapat informasi ini, para pemuda dan warga setempat seperti biasanya langsung berkumpul di sepanjang bantaran sungai Brantas. Dengan membawa senjata seadanya, mereka bersiap menunggu para penambang pasir datang ke lokasi.
Beberapa saat kemudian, sekitar 10 perahu penambang pasir yang datang melakukan aktivitas penyedotan pasir memakai perahu, langsung mendapat serangan tembakan senapan angin dan ketapel dari puluhan warga ini. Karena khawatir menjadi korban dan tertangkap warga, para penambang akhirnya kabur ke seberang sungai.
Menurut Amir Zaki (28), salah satu warga setempat mengatakan, serangan yang dilakukan oleh warga ini untuk kesekian kalinya berjalan. Setiap kali penyerangan, para penambang selalu kabur, namun beberapa hari lagi para penambang sudah beraktivitas kembali.
Amir menuturkan, para penambang yang menggunakan mesin sedot ponton ini sangat disayangkan warga. Akibat penambangan ini, kondisi tanggul sungai Brantas sudah sangat kritis dan khawatir saat musim hujan datang, tanggul akan jebol dan banjir menggenangi pemukiman.
"Khawatirnya ya banjir itu. Sebab kondisinya sangat parah dan beberap titik sudah kerepos. Kalau penambang tiap hari beraktivitas, pasti tanggul cepat jebol," kata Amir kepada wartawan usai penyerangan berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada tindakan riil dari Pemkab Jombang dan penegak hukum setempat perihal penambangan mesin yang membahayakan ini. "Coba lihat di bantaran Brantas wilayah Jombang. Mulai perbatasan Nganjuk sampai Mojokerto, banyak penambang memakai alat mesin," sesal Amir.
(bdh/bdh)











































