Diduga kuat karyawan itu keracunan makanan yang dikonsumi usai sholat Jumat. Tercatat sebanyak 41 karyawan keracunan hingga dilarikan ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kebanyakan dari mereka yang keracunan, mengeluh merasakan sakit di perutnya disertai pening.
Peristiwa itu berawal dari santap siang pekerja perusahaan properti beralamatkan di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang itu. Dari pengakuan salah seorang pekerja, menu makan itu tidak dipesan kepada katering, tapi dimasak sendiri oleh bagian rumah tangga.
"Masakan dibuat oleh bagian rumah tangga," ujar Jumanto (41), pekerja PT ACA bagian Bengkel.
Jumanto sendiri salah satu dari puluhan karyawan yang terkapar di ruang IRD RSU Dr Saiful Anwar (RSSA). Sementara menu masakan yang dimaksud adalah ikan tongkol dengan tambahan tahu.
Jumanto mengaku, nyaris semua pekerja yang keracunan memilih menyantap ikan tongkol sebagai lauk hingga tak normal mulai dirasakan beberapa waktu setelah menyantap makanan itu, seperti mual, perut sakit dan kepala jadi pening.
"Tak lama kemudian langsung mual dan pening di kepala," aku warga Banjarejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Senada juga dialami oleh Hari (32), pekerja lainnya, dirinya langsung mengalami pusing di kepala usai menyantap ikan tongkol dengan tahu dalam masakan itu, meskipun ia tak memiliki alergi terhadap ikan laut.
"Saya tak ada alergi, tapi juga pusing dan mual," tutur Hari terpisah.
Dengan cepat kondisi yang sama menimpa puluhan pekerja lain, manajemen perusahaan kemudian membawa mereka ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Penyebab keracunan masih diteliti oleh pihak rumah sakit.
Kepala IRD RSSA Dr Ary Linggarjati menuturkan, dari 41 pasien yang keracunan, tujuh diantaranya harus menjalani rawat inap, sedangkan 27 orang dipulangkan karena efek keracunannya tidak parah. Sisanya menjalani perawatan jalan di rumah masing-masing.
"Ada tujuh pasien parah dan harus rawat inap," terangnya terpisah.
Ia menambahkan, bagi pasien yang rawat jalan harus terus mengonsumsi obat yang dianjurkan, karena efek dari keracunan masih akan dirasakan.
(fat/fat)










































